News

Polisi Baret Biru Dongker Tidak Pernah Berpolitik Praktis dan Setia kepada Negara

Jakarta – Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Willy Prakarsa mengaku sangat memuji kekonsistenan korps Baret Biru Tua itu dengan doktrin Tri Brata dan Catur Prasetya, diantaranya prinsip Satya Haprabu “Setia kepada Negara, Pimpinannya dan Rakyat”.

“Dalam sejarahnya Brimob tidak pernah berpolitik praktis, netral, tidak pernah berkhianat kepada negara dan rakyat serta tidak pernah menentang pemerintah yang sah,” ungkap Willy, hari ini.

Lebih lanjut, Willy juga mengagumi dan memberi hormat terhadap pasukan paramiliter Polri yang low profile tersebut. Bahkan, kata dia, sekelas Menteri Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmad Yani pun menghormat kepada Pataka Korps Brimob Polri Satya Cakti Yanottama, setelah merebut Irian Jaya.

Selain itu, kata dia, dari operasi Trikora tersebut, Korps Brimob Polri bertaburan bintang sakti yang merupakan penghargaan tertinggi di kalangan Prajurit.

“Brimob adalah pasukan elite yang dimiliki oleh Polri. Dengan berpegang pada janji Gajah Mada salah satunya Satya Haprabu yaitu setia kepada negara dan pimpinan, Brimob diajak untuk loyal kepada negara dan pimpinan negara yang sah,” ucap Willy.

Apalagi, tambah Willy, Brimob pasukan elite dan pemukul NKRI. Satya Haprabu setia kepada negara dan pimpinan, serta setia kepada NKRI. Kini, kata dia, personel yang mendapat Bintang Sakti tersebut masih tersisa 4 orang. Mereka dari pasukan pelopor menggempur Belanda dari Darat, Laut dan Udara bersenjata Armalet-15, Granat, pelontar granat infantei, ranjau dan senjata ringan infantri lainnya.

“Terbukti dalam sejarah, Jenderal Ahmad Yani mengakui keikhlasan pasukan pelopor dan sangat menghormatinya seperti hormat kepada guru,” kata dia.

Masih kata Willy, Brimob juga terlibat aktif dalam penumpasan pemberontakan PRRI, Permesta, DI/TII, PKI Muso 1948, perebutan dan konflik di Timor Timur, GAM Aceh, dan bahkan pasukan terlatih pertama yang sudah terbentuk sejak jaman Jepang dan langsung menyatakan mendukung proklamasi kemerdekaan RI oleh M. Yasin, Bapak Brimob.
Di era kini Brimob merupakan ujung tombak utama melawan pengganggu keamanan bersenjata terorisme, kelompok bersenjata Papua, dan penjahat bersenjata perampok dll serta membantu TNI mengamankan daerah perbatasan yang rawan rembesan teroris Filipina Selatan.

“Di era modern wajar LB Moerdani/Jenderal TNI yang paling terkenal di jajaran TNI sampai dengan akhir hayatnya/sampai ke liang kubur, meminta pengawalan dari Bhayangkara KORPS BRIMOB POLRI karena terbukti keikhlasan dan kompetensinya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
%d bloggers like this: