News

Ketua LSA Gandeng Jamaahnya Utamakan Persatuan, NKRI Harus Dijaga & Dipegang Teguh

Jogjakarta – Viralnya konvoi motor yang dilakukan secara serentak oleh kelompok Khilafatul Muslimin (KM) dalam rangka syiar khilafah islamiyah dibeberapa daerah di pulau Jawa dan maraknya tindakan intoleransi beragama maupun radikalisme di Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Namun juga tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat sebagai warga negara Indonesia.

Salah memilih guru bahkan pertemanan dapat membawa ke arah radikalisme maupun ideologi yang bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi Negara yang dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan sesama anak bangsa serta menjadi ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada bulan Juni 2022 yang lalu, Aparat kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap 3 (tiga) orang terduga teroris di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan juga beberapa Tokoh kelompok Khilafatul Muslimin di sejumlah daerah, yaitu di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Semakin banyak para teroris maupun kelompok anti Pancasila yang diamankan oleh pihak Kepolisian merupakan bukti bahwa semakin tumbuh suburnya kelompok kelompok radikal di Indonesia,” kata Ketua Laskar Sayyidina Ali (LSA) Yogyakarta, Doddy Abu Sayyaf, dalam kegiatan pengajian rutin yang dilakukan di rumah anggota kelompok LSA di wilayah Parangtritis Bantul Yogyakarta, Senin (04/07/2022) malam.

Kegiatan pengajian tersebut diatas diisi dengan pembacaan Dzikir / Rotib Al-Aydrus yang dipimpin oleh Gus Dimyati kemudian dilanjutkan dengan do’a serta tausiyah / ceramah agama oleh Doddy Abu Sayyaf.

Dalam ceramahnya, Doddy Abu Sayyaf menghimbau kepada para anggota Laskar Sayyidina Ali beserta jama’ah yang hadir agar tidak mudah terpengaruh dengan issue yang memecah belah bangsa Indonesia,” kata Panglima Tertinggi Laskar Sayyidina Ali Ustadz Doddy Abu Sayyaf yang juga juga merupakan Eks. kombatan moro Filipina dan konflik Ambon-Poso.

Doddy Abu Sayyaf juga menghimbau kepada para anggota Laskar Sayyidina Ali agar berperan aktif di wilayah masing-masing dalam menjaga situasi yang aman dan damai di wilayah Yogyakarta.

Selain itu, kata dia, juga bisa meredam gejolak-gejolak yang ditimbulkan oleh individu / kelompok yang tidak ingin bangsa ini damai dengan tetap dalam koridor konstitusi / tidak main hakim sendiri dan bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat maupun aparat keamanan guna menjaga persatuan sesama anak bangsa serta keutuhan NKRI.

“Apapun pergerakannya NKRI harus di pegang teguh,” tegasnya dalam acara pengajian tersebut.

Doddy Abu Sayyaf juga mengajak kepada para Laskar Sayidina Ali untuk terus meningkatkan kualitas diri baik dalam agama dan wawasan kebangsaan, menolak faham radikal maupun faham anti Pancasila lainnya.

“Dan mendukung penindakan hukum oleh aparat keamanan sesuai dengan konstitusi di negeri ini baik pelanggaran hukum maupun ideologi,” lanjutnya.

Doddy Abu Sayyaf juga menjelaskan bahwa Laskar Sayyidina Ali (LSA) sudah berdiri sejak tanggal 05 Oktober 2009. LSA berdiri berdasarkan atas beberapa pertimbangan, karena selama ini belum ada laskar di Jogja terutama yang fokus di ulama.

Laskar ini berwujud komunitas sosial yang berbasis agama. Artinya bahwa semua kegiatan sosial yang berkaitan dan ada kaitannya dengan prinsip dasar rohman rahimnya ini, baik itu dalam konteks muamalah maupun dalam konteks ibadah yang lain, ambil kajian walaupun belum semuanya.

“Dalam perkembanganya saat ini LSA punya beberapa majelis / Posko yang tersebar selain di Bantul yaitu di Sleman, Prambanan, Klaten Selatan dan yang paling banyak di Gunungkidul ada sekitar 40 majelis,” pungkas Doddy Abu Sayyaf.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top